14 July 2013

Dampak Pembengkakan Kelenjar Getah Bening (PKGB)

Mengenai Pembengkakan Kelenjar Getah Bening (PKGB) itu sendiri sudah saya bahas cukup panjang lebar beberapa waktu yang lalu, dengan judul "Waspadai Pembengkakan Kelenjar Getah Bening Bisa Berubah Menjadi Kanker Stadium 4" dan untuk kali ini saya akan lebih fokus dari pengalaman yang saya peroleh dari keseharian dan untuk menjawab keluhan para pembaca karena pada posting terdahulu sudah terlalu panjang, sehingga ada beberapa komentar yang tidak sempat saya  respon.


PKGB bukanlah sebuah penyakit melainkan suatu pembengkakan kelenjar yang merupakan manifestasi dari adanya infeksi atau peradangan pada salah satu organ tubuh kita.


PKGB sebenarnya tidak harus terlalu dipermasalahkan, karena PKGB bisa sembuh dengan sendirinya, namun yang perlu dimasalahkan adalah akar penyebab dari terjadinya PKGB itu sendiri.

Dan kalau penyebab PKGB sudah diketahui dan segera teratasi, maka, InsyaAllah PKGB itu sendiri akan sembuh dengan sendirinya.

Kecuali kalau, akar penyebab dari PKGB itu tidak segera diketemukan dan segera diatasi, maka PKGB sulit untuk normal atau tersembuhkan.

Atau, jika PKGB nya sudah berubah menjadi kanker seperti yang telah dibahas pada "waspadai PGKB", persoalannya menjadi lain. Menjadi lebih rumit dan sangat sulit teratasi. Dan kalau bisa tersembuhkan, merupakan sebuah anugrah dari Allah Subhanahu wa ta'ala yang luar biasa.

Dalam hal ini, tidak sedikitpun bermaksud untuk menakut-nakuti, hanya agar menjadi "early warning"  untuk kita semua agar senantiasa berhati-hati dan bijaksana dalam menghadapi masalah, jangan sampai kita mencari solusi malah menambah masalah.


Kata-kata bijak: "kematian adalah takdir sedangkan cara, bagaimana dan dimana mati adalah nasib."


Mengutip kata-kata bijak tersebut, agar kita senantiasa menikmati hidup dengan sehat, bukan dalam penderitaan yang berkepanjangan.

Penyakit kanker menjadi salah satu penyakit yang paling menyiksa  baik secara fisik maupun bathin. Dan PKGB bisa menjadi titik awal terjadinya tumor ganas apabila kita salah menanganinya.

Anjuran jika  mengalami PKGB:
  1. Segeralah rubah pola hidup kita, termasuk didalamnya adalah pola makan dan minum; pola tidur; pengendalian emosi dan stress.

  2. Hindari dari makan minuman yang berdampak perut kita menjadi kembung dan mual, apapun itu.

  3. Lipatgandakan  mengkonsumsi buah-buah dan sayuran, kecuali buah-buahan yang membuat kita kembung atau mual serta beberapa jenis sayuran (lalaban) mentah dengan kadar gas cukup tinggi.

  4. Mengkonsumsi supplement atau multivitamin secara bergantian (baik merk atau jenisnya)

  5. Mengkonsumsi herbal dengan cara bergantian pula.

  6. Jangan terlalu banyak berpantang, kecuali yang saya sebutkan diatas.

  7. Jangan menggunakan/mengoleskan balsem atau memanas pada sekitar pembengkakan, karena hanya akan menjadi lebih  bengkak.

  8. Pemberian MSG (bumbu masak) sangat diperbolehkan, tentunya dalam batasan normal. Dengan tujuan untuk meningkatkan nafsu makan. Justru, kalau kita sudah terbiasa menggunakan bumbu masak, lalu dipantang - malah kita akan kehilangan selera makan- yang berdampak pada penurunan kualitas pertahanan tubuh.

  9. Upayakan untuk beraktifitas secara teratur dan tidak bed rest, karena kalau kita terlalu banyak diam akan membuat badan dan jiwa kita menjadi lemah. Bergeraklah selagi bisa agar kita senantiasa berkerinngat - akan meningkatkan metabolisme tubuh.

  10. Apapun yang kita lakukan adalah tujuannya untuk meningkatkan stamina tubuh, agar mampu memperbaiki sel-sel asing atau sel-sel yang rusak dalam tubuh kita.
Anjuran jika terlanjur mengalami kanker KGB dan yang sudah pecah.
Selain melaksakan anjuran di atas ( pada Anjuran jika  mengalami PKGB), kita harus:

membersihkan luka secara seksama, minimal 1 x sehari hingga bersih dari nanah dan kulit mati, karena nanah dan kulit mati ini akan lebih terasa sakit dan menggerogoti bagian lain.

Ada baiknya dalam mebersihkan luka dari pecahan kanker tersebut meminta bantuan seorang suster, yang sudah jelas ahli dalam hal itu dan tahu apa yang harus dilakukannya.

Membersihkan luka bisa menggunakan NaCL, setelah bersih, bisa ditambahkan obat tabur antibiotik, jangan berupa crem atau gel. Bisa ditambahkan betadine atau propolis ( yang dijual secara MLM ).  Cuma saja jika menggunakan propolis dan betadine luka tersebut cenderung berbau.

Tapi akan lebih baik  jika dikonsultasikan dengan dokter, tentunya dokter yang masih memiliki idealis dan integritas, karena tidak sedikit dokter cenderung  melakukan jalan pintas dan profitable tanpa memperhitungkan faktor si penderita termasuk ketahanan tubuh dan faktor kemampuan finansial, misalnya dengan metoda  kemoterapi yang dilakukan secara berulang. Lihat bagaimana dampak kemoterapi terhadap si pasien, adakah yang sembuh total? tentunya ada, namun dengan persentasi yang sangat kecil.  boleh cek hal itu.

Sebelum saya akhiri, saya tak henti-hentinya untuk menyarankan:

"Sebaik-baiknya obat adalah makan/minum yang baik serta pengendalian emosi"

"JANGAN MEM-POKOK-AN MAKANAN ATAU MINUMAN YANG BUKAN  POKOK"

Demikian dulu, karena tentunya masih banyak yang perlu saya tambahkan. Semoga bermafaat.
Wallahualam bissawab.

Untuk informasi lebih lengkap:

payayat.com
.comment-content a {display: none;}