13 June 2013

Solusi Normalkan Hemoglobin (HB) Rendah Dengan Herbal

Saya kedatangan seorang Ibu berusia 48 tahun untuk meminta saran karena mengalami Hb atau haemoglibin-nya rendah dibawah normal dimana yang semestinya antara 12-16 gr/dl sedangkan dia hanya 7,4 gr/dl.

Saya coba menganalisa hubungannya dengan fungsi ginjal, namun ternyata ginjalnya berfungsi cukup baik hanya saja kinerja ginjal tersebut kurang optimal.

Tapi sebelum membahas, apasih definisi haemobglobin atau Hb?

Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, pada mamalia dan hewan lainnya. Hemoglobin juga pengusung karbon dioksida kembali menuju paru-paru untuk dihembuskan keluar tubuh. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi.

Mutasi pada gen protein hemoglobin mengakibatkan suatu golongan penyakit menurun yang disebut hemoglobinopati, di antaranya yang paling sering ditemui adalah anemia sel sabit dan talasemia. (id.wikipedia.org)

Ukuran batas normal Hemoglobin pada :
  • Wanita : 12 - 16 gr/dl.
  • Laki-laki : 14 - 18 gr/dl.
  • Anak-anak : 10 - 16 gr/dl.
  • Bayi baru lahir : 12 - 24 gr/dl.
Dari masalah Ibu penderita tersebut diatas, saya tanyakan apakah jauh sebelumnya pernah kualitas Hb-nya diuji lab atau diperiksakan? jawabnya, "belum pernah".

Saya menyuruhnya, mengatur pola makan, minum, tidur tidak berpantang selama 1-2 minggu. Lalu saya suruh periksa lab kembali.

Ohya selama ini, dia tidak mengalami keluhan berarti, hanya seputar kurang tenaga dan pusing-pusing biasa tapi tidak berlebih sudah terjadi sejak gadis. .

2 minggu kemudian dia datang dan membawa hasil lab-nya. Hasilnya sama seperti pertama yaitu 7.4 gr/dl. Saya pada kesimpulan awal:
  • kemungkinan besar memang dia sudah mengalami  Hb rendah sejak awal dan merupakan keturunan. Hal ini tetunya sangat sulit untuk dinormalkan anrata 12-16 gr/dl

  • kemungkinan kedua, adalah kelainan pada fungsi ginjal akibat pola hidup tidak baik secara berkelanjutan, punya kemingkinan dapat dinormalkan.
Pada pertemuan ini saya coba sarankan untuk melalui terapi makanan herbal, dengan:
  1. Sayuran
    Beetroot atau bit, bayam, kacang polong, kacang merah, kubis, lobak, ketela, brokoli, kacang lima, sawi, kacang hitam, dan bunga kol adalah sayuran yang paling cepat meningkatkan hemoglobin Anda. Terutama bit, karena bit memiliki kemampuan untuk meregenerasi zat besi dan mengaktifkan sel-sel darah merah dalam tubuh.

  2. Daging sapi
    Didalam daging sapi terkandung banyak zat besi yang dapat menambah jumlah Hb dengan cepat. Namun jangan terlalu berlebihan dalam mengkonsumsi daging sapi karena dapat mengakibatkan terserang penyakit kardiovaskular.

  3. Kacang-kacangan
    Kacang almond adalah salah satu jenis kacang yang dapat meningkatkan jumlah Hb karena didalam kacang almond terdapat kandungan zat besi.

  4. Buah-buahan
    Jenis buah-buahan yang dapat meningkatkan jumlah Hb adalah plum, kismis, buah malaka, apricot, jeruk, apel, jeruk limau, dan grapefruit.

  5. Makanan dan minuman lainnya
    Roti gandum, pasta, sereal, madu dan sari kurma. Kebanyakan dari jenis makanan dan minuman ini mengandung zat besi tinggi. Selain itu, gandum dikenal baik dikonsumsi sebagai menu diet harian.
Sedangkan untuk obat-obatan kimiawinya, saya coba meminta pendapat yang dokter ahli (teman sekampus dulu), dimana dia hanya menyarankan dengan :

"Metildopa dan gentamicin. Pada dasarnya obat obatan itu hanya berupa pemberian mineral tertentu untuk mengeluarkan kadar air dalam darah sehingga diharapkan darah kembali bisa menjalankan fungsi utamanya.

Yang umum dilakukan oleh para dokter untuk menaikkan HB  hanya dengan pemberian multi vitamin dan mineral bahan bahan pembangun darah serta makanan yang juga banyak mengandung vitamin pembentuk darah dan diharapkan tubuh akan dapat memproduksi darah dengan sendirinya secara alamiah".

Hal ini sarankan seperti pada kebanyakan penderita Hb rendah dan hasilnya meningkat cukup baik. Namun pada Ibu berusia 48 tahun ini ternyata hasilnya tetap saja tidak berubah banyak, dan kemingkinan kecil untuk dapat dinormalkan.


Saya berkesimpulan dan bukan kesimpulan akhir, Ibu ini memang sejak awal memiliki Hb rendah atau juga faktor keturunan dimana saya pernah temukan pada beberapa orang penderita.  Sayapun mendapati kasus serupa yang menimpa seorang dokter di daerah jawa barat dan kisahnya saya ceritakan pada posting selanjutnya.

Tapi saya tidak berhenti hingga disini, saya terus berjuang dengan ibu ini  melalui berbagai cara dan bersepakat meskipun dalam waktu yang cukup lama untuk menemukan CARA yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Saat ini saya masih terus memantau perkembangannya.

Untuk informasi lebih lengkap:

.comment-content a {display: none;}