18 May 2013

Pemahaman Guna-Guna/Santet Secara Logika part 1

Maraknya pemberitaan tentang santet/guna-guna di berbagai media akhir-akhir ini, merangsang saya untuk menulis apa yang saya ketahui dari pengalaman keseharian mendapati orang-orang yang merasa dirinya terkena santet, guna-guna, teluh, sihir dan sejenisnya.


Disclaimer: Saya bukanlah seorang paranormal yang bergelut didunia magis atau dunia gaib. saya hanyalah orang yang kebetulan lahir dan besar di daerah dimana masyarakat masih percaya akan tahayul, mejik atau guna-guna, sehingga sedikit banyak saya tahu (namun tidak begitu saja percaya)apa yang dinamakan santet atau guna-guna.


Kebetulan saya dibesarkan hingga remaja di daerah yang masih kuat kepercayaannya terhadap dunia gaib dalam bahasa saya, saya tumbuh di dunia religius mistis. Dan tumbuh dewasa di alam yang mengutamakan penggunaan akal sehat dan kemampuan berpikir logis. walhasil, saya mengalami hidup di dua dunia yang berbeda. Demikian, membuat saya memiliki ketertarikan untuk mencoba meng"ilmiahkan" apa yang disebut dengan dunia santet/guna-guna.

mari kita mulai,

Santet kita definikan dulu menurut versi umum yang dimuat wikipedia.

Santet atau Guna-guna (Jawa: tenung, teluh) adalah upaya seseorang untuk mencelakai orang lain dari jarak jauh dengan menggunakan ilmu hitam. Santet dilakukan menggunakan berbagai macam media antara lain rambut, foto, boneka, dupa, rupa-rupa kembang, dan lain-lain. Seseorang yang terkena santet akan berakibat cacat atau meninggal dunia. Santet sering di lakukan orang yang mempunyai dendam kepada orang lain.

Santet atau sihir dalam bahasa Arab dinamakan ainun saqhirah, atau sesuatu yang menyilaukan mata. Lebih jauh, bermakna menakjubkan. Atau sebuah kemampuan luar biasa yang sulit diterima akal sehat.

Ada juga yang berpendapat, Santet, teluh, sihir atau apapun namanya adalah energi negatif yang mampu merusak kehidupan seseorang: berupa terkena penyakit, kehancuran rumah tangga hingga sampai dengan kematian.

Definisi diatas sekedar batasan agar kita mengerti dengan apa yang sering terjadi di masyarakat. Namun saya tidak akan masuk ke pemahaman seperti itu, saya akan mencoba mengulas versi saya yang tentunya tidak sama dengan yang diyakini sebagian orang.

Guna-guna, santet, teluh atau apaun namanya bukanlah sesuatu yang luar bisa, karena hemat saya, siapun bisa melakukanya tidak perlu dia seorang paranormal, dukun atau orang pintar, mengapa demikian?

Saya mengajak anda untuk berilustrasi untuk memudahkan masuk kepemahamn saya.

Pertama, dengan menggunakan pendekatan dengan cara kerja komunikasi via ponsel (telepon selular).

Tentunya anda suka menelpon menggunakan ponsel, tentunya juga ada nomornya, misal 0855 1234 xxx  sedangkan yang kita hubungi nomornya adalah 0888 8888 xxx.
  1. Kita hubungi orang tersebut, apa yang terjadi? ada beberapa kemngkinan,
  2. Bisa tersambung,
  3. Bisa juga bisa tidak tersambung,
  4. Bisa tersambung tapi tidak diangkat,
  5. Bisa tersambung diangkat tapi dimatikan,
  6. Bisa juga tersambung tapi diangkat oleh orang yang bukan kita tuju,
  7. Bisa juga salah sambung meskipun nomornya benar, karena operatornya lagi error atau nomornya sudah pindah tangan.

Kedua, kita gunakan pendekatan hubungan ikatan emosional dan pertalian darah.
ilustrasi,
  1. Kita pernah suatu ketika tiba-tiba teringat terus pada seorang sahabat seolah dia begitu dekat, ternyata suatu pertanda bahwa sehabat kita meninggal.

  2. Suatu ketika sang isteri terkaget karena foto perkawinan  tiba-tiba jatuh dan pecah, ternyata suatu pertanda karena berapa lama kemudian ternyata sang suami kawin lagi

  3. Seorang ibu tiba-tiba tidak enak hati teringat terus sama anaknya yang kuliah di luar kota, ternyata suatu pertanda bahwa sang anak mendapat musibah.
Dari ketiga ilutrasi itu,
Mengapa kita pada seorang sahabat, sang isteri pada suaminya, sang ibu pada anaknya bisa terjadi demikian? Apakah itu faktor kebetulan?

Saya sangat yakin itu bukan faktor kebetulan, tapi memang benar demikian dan selalu demikian dan setiap orang mengalaminya.

Dari ilustrasi pertama dan kedua ada benang merah yang bisa kita kaji,

Media pada ilustrasi  penggunaan ponsel adalah memanfaatkan frekuensi sehingga antara satu ponsel dengan ponsel yang lain bisa tersambung. begitu pula ilustrasi yang kedua, adanya frekuensi yang match (cocok) terhubung antara orang yang satu dengan yang lain.

Mungkinkan kita bisa menghubungi si A via ponsel kalau kita tidak tahu nomor ponselnya?
Mungkinkah kita akan mendapat  pertanda jika kita tidak memiliki kedekatan emosional atau pertalian darah dengan seseorang yang mendapat musibah?

Mungkin saja bisa, namun kemungkinannya kecil sekali dan barangkali itu hanya terjadi pada orang-prang yang diberi anugrah kemampuan khusus (bersifat pengecualian).


Menuangkan melalui tulisan ternyata sulit untuk bisa mewakili apa yang ada di kepala :-)


saya tunda dulu karena tugas menunggu, alias bersambung.

Untuk informasi lebih lengkap:


.comment-content a {display: none;}