12 November 2012

Resiko Mengkonsumsi Herbal Secara Berkelanjutan

Booming alias heboh mengkonsumsi herbal untuk mengobati suatu penyakit sebagai alternatif dari pengobatan medis seringkali terjadi ditengah masyarakat kita, mengingat biaya pengobatan yang mahal dan medis tidak menjadi sandaran satu-satunya untuk mencari kesembuhan.

Kita tentunya masih ingat dengan  penemuan buah Mahkota dewa dan buah Merah asal pegunungan jayawijaya papua, ada juga heboh daun sirsak, daun binahong, daun salam dan lain-lain. Alhasil, banyak yang sembuh tapi banyak juga yang tidak sembuh malah makin menjadi.

Saya setuju dan tidak menentang  manfaat dari herbal namun setelah saya telaah secara mendalam mengapa mengkonsumsi herbal yang seharusnya menjadi kasiat malah menadi musibah. Dimana letak kesalahannya?

Sebagai ilustrasi, kenapa Pak A yang menderita kanker sembuh dengan mengkonsumsi buah merah tapi kalau Bu B malah makin menjadi?

Pada tulisan saya berjudul  Pembengkakan Kelenjar Getah Bening ada pembaca yang berkomentar mengeluhkan adanya pembengkakan kelenjar getah bening (PKGB) pada minggu pertama PKGB mengempes setelah mengkonsumsi daun sirsak namun kembali membengkak di minggu-minggu berikutnya.

Keluhan ini banyak terjadi pada penderita yang mengkonsumsi herbal. Apa yang salah?


Mengkonsumsi Herbalnya tidak salah malah sangat saya anjurkan, namun yang salah adalah mengkonsumsi misalnya mengkonsumsi rebusan daun sirsak secara terus-menerus, mengapa?

Jawab ya.... tolong diperhatikan:

"JANGAN MEM-POKOK-AN MAKANAN YANG BUKAN  MAKANAN POKOK"

Ini letak kesalahanya. Makanan pokok manusia indonesia adalah nasi, dan minumannya kalau tidak air bening atau air teh. Nah, sekarang orang secara terus menerus mengkonsumsi rebusan daun sirsak, mungkin pada minggu pertama pencernaan kita mensupport nya, tapi manakala terus menerus maka akan menjadi keracunan atau terjadinya kebosanan lambung kita menerima rebusan daun sirsak.

coba saja kalau kita makan secara terus menerus makan nasi sama telur rebus, pa yang terjadi?

Manusia pada dasarnya adalah omnifora, makan dan minum secara multi-varian, maka apabila hanya memakan makanan hanya satu jenis makanan, lambung kita akan berontak, sehingga akan timbul masalah baru. Logiskan?

Ini tips cara mengkonsumsi Herbal,
  • Minum atau makan herbal secara random atau secara bergantian dengan berbagai jenis herbal dengan pola berimbang. Misalnya, 2 hari minum rebusan daun sirsak, 2 hari kemudian minum daun salam, dua hari lagi minum buah mengkudu terus begitu lalu beberpa hari kemudiam baru ketemu dengan reusan daun sirsak. Agar tubuh kita mendapatkan variasi asupan.
  • Jangan melupakan makanan dan minuman pokok seperti nasi dan minum air putih berkadar oksigen cukup.
Untuk sementara, demikian dulu nanti saya tambahkan dengan yang lain. Semoga kita memahami apa yang seharusnya kita lakukan.
 
Untuk informasi lebih lengkap:


.comment-content a {display: auto;}