27 August 2012

Rahasia Wanita Asia Dalam Membahagiakan Pasangannya


Perempuan Asia berbagi tips bagaimana cara untuk memelihara dan membuat pasangannya/suaminya tetap bahagia.

Perempuan Asia belajar bagaimana memperlakukan pasangan hidupnya seperti dituturkan oleh Sunthron filsuf Thailand Phu dalam bukunya Maxims for Teaching Women.

Sejak lebih dari 200 tahun secara turun temurun dan menjadikannya suatu buadaya perempuan timur bagaimana memperlakukan pasangan hidupnya agar kebahagiaan itu terus terpelihara. Karena dengan membahagiakan pasangan hidup maka akan menjadi feedback terhadap kebahagiaan seluruh elmen di dalam rumah tangga.

Dan cara inilah yang mulai dipelajari oleh wanita barat yang menganggapnya sebagai sesuatu yang aneh dan klasik. Berikut rekomendasi Sunthron bagi wanita barat agar mampu memelihara kebahagian dalam rumah tangga:
  1. Jadikan Pasangan /Suami ANDA adalah RAJA - Ingatlah bahwa pria / suami didahulukan - sebelum Anda, orang tua Anda, atau bahkan anak-anak Anda.

  2. Bangun lebih AWAL. Bangun di pagi hari sebelum suami/pasangan. Pastikan Anda sudah menyiapkan sarapan yang sehat sehingga ia mendapatkan lebih awal. Bahkan jika Anda harus pergi lebih dahulu sebelum dia berangkat, pastikan di meja telah tersedia sarapan jangan sampai dia mencari ke dapur.

  3. JANGAN PERNAH  MENGOMEL. Apa yang dia lakukan di luar dengan teman-temannya, sehingga dia terlambat pulang dan lupa melakukan kegiatan rutinnya di rumah. biarlah itu urusannya, belajarlah untuk bisa menerima kenyataannya.

  4. Berdiam diri di Rumah. Pastikan Anda selalu di rumah (bagi yang tidak bekerja) dan cepat pulang lebih dahulu dari suami/pasangan untuk menunggu suami pulang dan melayani apa yang dia butuhkan setelah seharia dia bekerja.
Budaya wanita timur ini, mungkin masih berlaku di Thailand atau negara-negara timur lainnya. Apakah di Indonesia masih bisa diterima oleh kaum perempuan kita?

Tentunya masih ada sekalipun presentasinya telah berkurang dibandingkan jaman sebelum Kartini, karena menganggap perilaku demikian adalah perilaku perbudakan atau tidak sesuai emansipasi.

Salah satunya wanita tersebut adalah isteri saya (maaf, sedikit berbangga hati karenanya), dia tidak menganggap sebagai suatu penurunan harga diri, malah sebaliknya dia merasa bangga dan bahagia melakukannya. Padahal dia juga bekerja sebagai PNS yang tentunya memiliki kesibukan tersendiri. Namun ternyata kepentingan suami diatas segalanya. InsyaAllah, saya adalah sedikit pria yang beruntung.

Bagi kaum wanita,
Apakah statement Sunthron masih bisa dietrima atau dilakukan dengan rasa senang dan ikhlas di rumah tangga anda ?

Bagi pria,
Apakah anda termasuk orang yang beruntung mendapatkan pasangan seperti Sunthron tuturkan? dan menjadikannya belahan jiwa selamanya?
weeklyworldnews


.comment-content a {display: none;}