08 November 2011

Anatomi lambung

Lambung adalah organ berbentuk J, bagian superior kiri rongga abdomen dibawah diafragma.
  1. Regia lambung terdiri dari bagian jantung, fondus, bagian organ dan bagian pilorus
  2. Bagian jantung è area sekitar pertemuan esofagus dan lambung (gastroesofagus)
  3. Fundus è bagian menonjol ke sisi kiri atas mulut esofagus
  4. Badan Lambung è bagian yang berdilatasi dibawah fundus yang membentuk 2/3 bagian lambung
  5. Bagian pilorus è bagian menyempit dibawah lambung dan membuka ke deodenum


Histologi Dinding Lambung

Ada 3 lapisan bagian jaringan dasar lambung (mukosa, submukosa dan jaringan muskularis)

Fungsi lambung

  1. Penyimpanan makanan; kemampuan menyimpan makanan dalam jumlah besar sampai makanan dapat terakomodasi dibagian bawah saluran.
  2. Produksi kimus; aktifitas lambung mengakibatkan terbentuknya kimus (massa homogen setengah cair berkadar asam tinggi berasal dari bolus).
  3. Digesti protein. lambung memulai digesti protein melalui sekresi tripsin dan asam klorida
  4. Produksi mukus. Mukus dihasilkan dari kelenjar membentuk barrier untuk melindungi lambung dari aksi pencernaan dari sekresinya.
  5. Produksi faktor intrinsik:

  • adalah glikoprotein yang diekresi oleh parietal
  • vitamin B12 didapat dari makanan yang dicerna dilambung
  •  Absorpsi, berlangsung di lambung tapi sedikit. Obat larut lemak (aspirin) dan alkohol diabsorbsi pada dinding lambung.

Sekresi lambung.

Jenis kelenjar lambung

1. Kelenjar lambung ditemukan diregia dimulut jantung, kelenjar ini hanya mensekresi mukus

2. Kelenjar fundus (lambung) terdiri dari 3 jenis sel

a. sel chief (zemogenik) mensekresi pepsinogen.

b. sel parietal, mensekresi asam Klorida (HCl) dan faktor intrinsik.

c. Sel leher mukosa, ditemukan pada leher semua kelenjar lambung, mensekresi barier mukus dan melindungi lapisan lambung terhadap kerusakan oleh HCl atau autodigesti.

3. Kelanjar pilorus, terletak pada regia antrum pilorus, mensekresi mukus dan gastrin.

Tiga tahap sekresi lambung

1. Tahap sefalik, terjadi sebelum makanan mencapai lambung. Masuknya makanan ke dalam mulut atau tampilan , bau atau pikiran tentang makanan, merangsang sekresi lambung.

2. Tahap lambung, terjadi saat makanan mencapai lambung dan berlangsung sampai makanan masih ada

3. Tahap usus, terjadi setelah kimus meninggalkan lambung dan memasuki usus halus yang kemudian memicu faktor saraf dan horman

a. sekresi lambung distimulasi oleh sekresi gastrin duodenum sehingga dapat berlangsung beberapa jam.

b. sekresi lambung dihambat oleh hormon polipeptida yang dihasilkan oleh duadenum.

Digesti dalam lambung.

Cairan lambung memicu digesti protein dan lemak

1. Digesti protein. Pepsinogen (disekresi sel chief) diubah menjadi pepsin oleh asam klorida (disekresi sel parietal). Pepsin adalah enzim proteolitik, hanya bekerja dengan pH dibawah 5. Enzim ini menghidrolisis protein menjadi polipeptida.

2. Lemak. Lipase lambung (disekresi sel chief) menghidrolisis zat tepung menjadi asam lemak dan gliserol, aktifitasnya terbatas pada kadar pH rendah

3. Karbohidrat. Amilase dalam saliva menghidrolisis zat tepung pada pH netral.

Kendali pada pengosongan lambung

1. Pengosongan distimulasi secara reflek saat merespon peregangan lambung, pelepasan gastrin, kekentalan kimus dan jenis makanan

2. Pengosongan lambung dihambat oleh hormon duodenum dan oleh reflek umpan balik enterogastrik dari duodenum. Faktor-faktor hormon dan saraf ini mencegah terjadinya pengisian yang berlebihan pada usus,

3. Sinyal umpan balik memungkinkan kimus memasuki usus halus pada kecepatan tertentu sehingga dapat diproses

USUS HALUS

Gambaran umum.

Keseluruhan usus halus adalah tuba terlilit yang merentang dari spingter pilorus sampai ke katup ileosekal, tempatnya menyatu dengan usus besar. Diameter ± 2,5 cm dan panjang 3 sampai 5 m.

Jenis ;

a. Duodenum; bagian yang terpendek (25 cm sp 30 cm)

b. Yejenum; bagian selanjunya, panjangnya ± 1 – 1,5 m

c. ileum ; merentang sampai menyatu dengan usus besar, panjangnya ± 2 – 2,5 m

Mortalitas.

Gerakan usus halus mencampur isinya dengan enzim untuk pencernaan, produk akhir pencernaan mengadakan kontak dengan sel absorptif dan mendorong zat sisa memasuki usus besar.

1. Segmentasi irama, gerakan pencampuran, mencampurkan kimus dengan cairan pencernaan dan memaparkannya ke permukaan absorptif.

2. Peristaltik adalah kontraksi retmik otot polos longitudinal dan sirkuler, mengerakkan kimus ke arah bawah disepanjang saluran.

Anatomi mikroskopik dinding usus

1. Ada 3 spesialisasi struktural yang memperluas permukaan absorptif usus halus sampai ± 600 kali

a. Plicae circulares ; lipatan sirkular membran mukosa yang permanen dan besar

b. Villi ; jutaan tonjolan menyerupai jari (tingginya 0,2 mm – 1 mm)

c. Mikrovilli ; lipatan menonjol kecil pada membran sel yang muncul pada tepi berhadapan dengan sel epitel.

2. Kelenjar.

a. Kelenjar kelenjar usus halus (kripta lieberkihn) tertanam dalam mukosa dan membuka diantara basis-basis villi.

b. Kelenjar penghasil mukus

1) Sel goblet, terletak dalam epithelium disepanjang usus halus; memproduksi mukus pelindung.

2) Kelenjar bruner, terletak dalam submukosa duodenum; memproduksi mukus untuk melindungi mukosa.

c. Kelenjar enteroendokrin, menghasilkan hormon gastro intestinal.

3. Jaringan limfatik. Limfosit dan nodulus limfe dikeseluruhan usus halus melindungi dinding usus terhadap invasi benda asing.

Fungsi usus halus.

1. Usus halus mengakhiri proses pencernaan makanan

2. Mengabsorbsi produk digesti.

Usus besar.

Gambaran umum,

1. Usus besar tidak memiliki villi, tidak memilki plicae (lipatan sirkular)

2. Serabut otot longitudinal dalam muskularis externa membentuk tiga pita, tenia coli, yang menarik kolon menjadi kantong besar disebut haustra.

3. Katub ileosekal adalah mulut spingter antara usus halus dan besar.

Bagian bagian usus besar

1. sekum, kantong tertutup yang mengantung dibawah area katup ileosekal. Apendiks verniform adalah suatu tabung buntu yang sempit berisi jaringan limfosit, menonjol dari ujung sekum

2. kolon, bagian usus besar dari sekum sampai ke rektum, terbagi atas tiga kolon

a. Kolon asenden, merentang dari sekum sampai ke bawah hati disebelah kanan dan membalik secara horizontal pada fisura hepatika.

b. Kolon transversal, merentang menyilang abdomen dibawah hati dan lambung sampai ke tepi lateral ginjal kiri, tempatnya memutar kebawah pada fisura splenika.

c. Kolon desenden, merentang kebawah pada sisi kiri abdomen dan menjadi kolon sigmoid berbentuk S

3. Rektum, bagian selanjutnya dengan panjang 12 – 13 cm

Fungsi Usus besar

  1. Mengabsorbsi 80 % – 90 % air dan eletrolit dari kimus yang tersisa.
  2. Memproduksi mukus.
  3. Sejumlah bakteri dalam kolon mampu mencerna sejumlah kecil selulosa
  4. Mensekresi zat sisa dalam bentuk feces





peutuah.com





creasoft
.comment-content a {display: none;}