25 September 2011

Media Tanam untuk Tanaman Buah Dalam Pot (Tabulampot)

Tabulampot Mangga
Media tanam adalah salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan penanaman tanaman buah dalam pot, karena umumnya media tanam tabulampot jumlahnya dibatasi oleh volume pot, sehingga komposisi yang tepat akan membuat perakaran tanaman dapat berkembang dengan baik untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Apapun jenis tanah mineral yang ada di sekitar kita, bisa digunakan sebagai bagian dari media tanam, dengan catatan bahwa tanah yang akan digunakan adalah tanah murni, bukan tanah campuran bekas bongkaran bangunan, bukan tanah yang tercemar limbah beracun, bukan tanah dengan kadar garam tinggi, dan sebagainya. Idealnya, tanah disaring dengan menggunakan ayakan berdiameter 0,5 cm (strimin) untuk mendapatkan butiran tanah yang homogen dan bebas dari campuran batu, kerikil, maupun partikel bukan tanah lainnya.
Untuk jenis tanah berat dengan kandungan lempung yang tinggi (tanah liat), porositas atau jumlah pori tanah akan menjadi faktor fisik tanah yang menentukan keberhasilan penanaman, karena porositas akan menentukan kemampuan tanah dalam menyimpan dan meneruskan air sehingga tidak menggenangi akar, serta kemampuan tanah untuk membantu akar melakukan proses aerasi, dan juga memberikan ruang yang ideal untuk pertumbuhan akar, oleh karena itu porositas tanah berat harus dimodifikasi agar menjadi tempat yang nyaman untuk pertumbuhan akar. Pada tanah berat, campurkan dengan merata (perbandingan volume) 1 bagian tanah (25%) dengan 2 bagian sekam mentah (50%), dan 1 bagian pupuk kandang matang (25%). Komposisi yang lain adalah 1 bagian tanah (25%) dicampur dengan 1 bagian pasir kasar (25%), 1 bagian sekam mentah (25%), dan 1 bagian pupuk kandang matang (25%), atau bisa juga dengan komposisi 1 bagian tanah (25%) dicampur dengan 1 bagian sekam mentah (25%), 1 bagian sekam bakar (25%), dan 1 bagian pupuk kandang matang (25%).

Pada tanah sedang dengan kandungan lempung, debu, dan pasir yang seimbang, gunakan komposisi 1 bagian tanah (28%), 1,5 bagian sekam mentah atau sekam bakar (44%), serta 1 bagian pupuk kandang matang (28%).

Sedangkan pada tanah ringan dengan kandungan pasir dan debu yang dominan, gunakan komposisi 1 bagian tanah (33%) yang dicampur merata dengan 1 bagian sekam mentah atau sekam bakar (33%) serta 1 bagian pupuk kandang matang (33%).

Yang tidak boleh dilupakan pula adalah menambahkan insektisida butiran (Carbofuran) sebanyak 1 sendok makan sebagai campuran media tanam untuk pot berdiameter 40-50 cm. Insektisida ini dicampurkan merata pada saat pembuatan media tanam yang bertujuan untuk mensterilkan tanah dari hama-hama yang terikut dalam tanah 


CILENGKO FARM
.comment-content a {display: auto;}