20 August 2011

Manggis dan Khasiatnya



Manggis dengan nama latinnya Garcinia mangostana L, adalah sejenis pohon hijau abadi dari daerah tropika yang diyakini berasal dari Kepulauan Nusantara dan Asia Tenggara. Pohon manggis bisa tumbuh hingga mencapai 7 sampai 25 meter. Buahnya juga disebut manggis, berwarna merah keunguan ketika matang, meskipun ada juga varian yang kulitnya berwarna merah atau kuning. Manggis dalam perdagangan dikenal sebagai “ratu buah”, sebagai pasangan durian, si “raja buah”. Manggis berkerabat dengan kokam, asam kandis dan asam gelugur, rempah bumbu dapur dari tradisi boga India dan Sumatera.

Secara ilmiah buah manggis diklasifikasikan sebagai berikut:
(i) Kerajaan: Plantae,
(ii) Divisi: Magnoliophyta,
(iii) Kelas: Magnoliopsida,
(iv) Ordo: Malpighiales,
(v) Famili: Clusiaceae,
(vi) Spesies: G. Mangostana,dan
(vii) Nama binomial/ latin: Garcinia mangostana L

KHASIAT MANGGIS
Di Asia khususnya di Indonesia manggis belum dibudidayakan dan diolah secara optimal karena masih dianggap buah rakyat, karena kulitnya yang kebanyakan warnanya ungu kemerah-merahan kalau termakan rasanya sepet, dan menimbulkan rasa tidak enak di lidah, begitu pula buahnya manis memang rasanya namun kalau bijinya sampai tergigit dan terkunyah rasanyapun akan menjadi tidak enak, sehingga pada waktu anak-anak dahulu biasanya buah manggis hanya dijadikan mainan tebak-tebakan.

Konon orang tua-tua kita di beberapa daerah dahulu banyak menggunakan buah manggis “terkadang” untuk obat, bagi mereka yang sudah tahu khasiatnya yaitu antara lain untuk obat penurun panas deman dan diaree. Namun saat sekarang, melalui kajian terkini secara sainsifik klinis dan medis telah membuktikan akan khasiat dan kelebihan manggis dengan penemuan sejenis bahan aktif di dalam manggis yang dikenali sebagai xanthone.

Xanthone ialah suatu bahan kimia aktif dengan struktur yang terdiri 3 cincin dan ini yang menjadikannya manggis sangat stabil ketika berada dalam badan. Struktur ini menjadikannya sangat stabil dalam keadaan panas atau dingin. Di alam bebas terdapat lebih dari 200 jenis bahan xanthone, akan tetapi lebih dari 40 jenis xanthone terdapat dalam manggis dan ini merupakan kandungan yang terbanyak. Khasiat utama dari xanthone ialah secara spesifik memiliki sifat anti oksidan, yaitu menghambat proses oksidasi atau proses penuaan tubuh/ sel tubuh.

Bahan aktif Xanthone akan melindungi sel dan mengurangi kerusakan pada sel akibat radikal bebas, selain bermanfaat sebagai anti-oksidan, manggis juga berkhasiat sebagai antibakteri, anti-kanker, dan anti-radang. Bagian lain yang sangat bermanfaat adalah kulit buahnya (pericarp/ rind). Kulit manggis menghasilkan warna merah keunguan, dan amat sulit dibersihkan apabila nempel di kain, karena ia mengandung tanin, resin, dan crystallizable mangostine (C20H22O5) yang mudah larut dalam alkohol atau ether, namun tidak larut dalam air.
Kulit manggis amat berkhasiat bagi penderita rematik untuk membuang asam ureat dalam tubuh yang menyebabkan reumatik/ gout. Cara penggunaan yang sangat sederhana dan tradisional untuk membuang asam ureat tersebut, adalah sebagai berikut:
  •  Ambil Kulit buah manggis iris kecil kemudian jemur sampai kering
  • Ambil 1 gelas air panas, celupkan 2-3 iris kulit buah manggis kering tadi.
  • Minum ramuan setelah hangat dan warna air jadi ungu.

PENELITIAN SAINS DAN BEBERAPA PENDAPAT PARA AKHLI
Yang paling utama dari manggis adalah kulitnya, sebab dalam kulitnya terdapat antioksidan yang merupakan kunci utama dalam mencegah penyakit. Menurut Dr. Sam Walters, seorang master dalam bidang biologi sain dengan spesialisasi nutrisi manusia, penelitian badan-badan pengobatan di dunia menunjukkan bahwa manggis secara langsung menyembuhkan berbagai penyakit. Penelitian terbaru menemukan bahwa satu dari 4 rakyat Amerika Serikat mengidap kanker, dan 1 dari 5 orang akan meninggal dunia pada usia dini. Solusi terbaik adalah dengan pencegahan, mereka merawat banyak pengidap kanker dan mendetoksifikasi logam berat dengan manggis. Kulitnya yang mengandung Xanthone penyembuh kanker payudara, kanke paru-paru, kanker perut,leukemia, dll.

Zaman sekarang, kita sudah banyak terkontaminasi oleh bahan-bahan kimiawi, bahan polutan dan bahan tiruan, dan zat xanthone ini dapat menangkap radikal bebas dan mencegah kerusakan sel sehingga proses degenerasi sel terhambat. Menurut Dr. Ir. Raffi Paramawati (Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian), radikal bebas masuk melalui makanan yang kita konsumsi dan merupakan penyebab utama penyakit jantung, stroke, kanker,dsbnya. Antioksidan yang bernama Xanthone ini dalam manggis kadarnya bisa mencapai 123,97 mg per ml.

Dengan mengkonsumsi manggis secara rutin membuat awet muda karena antioksi dan super yang berfungsi menjaga serta memperbaiki sel-sel tubuh kita yang rusak dan menjadi lebih baik sebab manggis membantu menghancurkan semua penyakit dalam tubuh dan memperbaiki sistem antibodi dalam tubuh kita. Seseorang yang masih muda kalau sedang menderita penyakit degeneratif kelihatannya seperti usia 60-an tahun, tapi ketika sembuh setelah minum manggis wajahnya seperti umur 30-an tahun.

Menurut Dr. Berna Elya, Peneliti Departemen Farmasi Universitas Indonesia khasiat Xanthone bukan hanya antioksidan, tetapi juga antikanker. Ekstrak kulit manggis bersifat antiproliferasi yang untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu ekstrak itu juga bersifat apoptosis penghancur sel kanker. Xanthone mampu merawat bebrapa jenis kanker seperti kanker hati, pencernaan, paru-paru dll. Xanthone dalam kulit buah manggis juga ampuh mengartasi penyakit tuberculosis (TBC), asma, leukemia, antiinflamasi dan antidiare. Faedah lain manggis sebagai antijamur dan antibakteri penyebab jerawat. Menurut Dr. Berna, antikanker, antioksidan, mujarab mengatasi jantung koroner dan mengatasi HIV, semua ini hanya sebagian kecil dari khasiat kulit manggis yang sering mengisi tong sampah.
source: luphmama
.comment-content a {display: auto;}