04 November 2014

Mengatasi Anak Sakit Demam Tinggi

Anak kita mengalami demam tinggi, seringkali kita sewot, terlalu khawatir dan terburu-buru pergi ke dokter?

Untung kalau dokternya bijaksana, tidak memvonis yang bukan-bukan, karena tidak sedkit seorang penderita demam tinggi, maka diputus sebagai DBD, flue burung atau bahkan ebola (kalau baru pulang dari negara terjangkit ebola).

Jika disangkakan DBD atau Flue burung, selain kita harus menyiapkan biaya besar  bukan hanya rupiah tetapi, rasa cemas berlebih, waktu yang tersita.

Demam anak erat kaitanya dengan perut kembung, asam lambung meninggi, rasa mual, pusing serta berkurangnya tingkat kesadaran.

Demam bukanlah hal asing bagi anak karena sangat berhubungan dengan ketidakstabilan pada masa pertumbuhan,  makan tidak teratur, terlalu banyak jajan, vitalitas tubuh yang fluktiatif, masuk angin dan belum tumbuhnya kesadaran memelihara kesehatan.

Sebelum pergi ke dokter ada baiknya kita tangani dulu di rumah dengan cara yang lebih murah, mudah, efektif dan efisien.

Langkah-langkah yang harus kita lakukan kalau mendapati anak terserang demam:
  1. Berikan minuman secara terus menerus.

    Jangan terpaku pada air putih dan teh manis, tapi minuman apa saja yang disukai si anak, agar dia mau minum sebanyak-banyaknya. Tujuannya, untuk menghindari terjadinya dehidrasi. Dengan dehidrasi, tubuh akan kekurangan cairan sehingga tubuh sang anak akan tinggi  dan terus meninggi, yang  berdampak pada terbakarnya trombosit.

  2. Berikan asupan makanan secara kontinyu
    Makanan, tidak harus nasi, tapi apa saja yang anak sukai dengan kandungan karbohidrat tinggi, protein, vitamin dan kalsium, agar lambung terus bekerja dengan baik, mencegah terbentuknya asam lambung kian meninggi.

  3. Berikan vitamin B komplek
    Selain anak diberikan multivitamin, ada baiknya ditambahkan juga sirup atau tablet vitamin B komplek untuk menghilangkan rasa mual yang berlebih

  4. Berikan Vitamin C kadar tinggi
    Untuk mencegah timbulnya suhu tinggi dan asam lambung yang berlebih, ada baiknya anak diberikankan makanan, minuman, sirup, tablet hisap vitamin C kadar tinggi. berbagai jenis buah-buahan boleh diberikan.

  5. Boleh diberikan cairan penolak angin - kembung
    Minuman cap kaki tiga, lasegar atau sejenisnya. Adem sari, alang sari atau sejenisnya. Tolak angin, Antangin  atau sejenisnya. Untuk mengurangi kembung dan angin yang menjadi radikal bebas pada tubuh

  6. Boleh diberikan menuman sejenis energy drink
    Pocari sweat, lemon tea, isotonic, mizone atau sejenisnya sangat baik untuk menjaga tubuh agar bertahan bugar tidak lesu juga menjaga stabilitas cairan dalam tubuh  kecuali (jangan diberikan) minuman berupa kratingdaeng, M150 atau sejenisnya karena tidak baik untuk asam lambung.

  7. Parasetamol
    Untuk menurunkansuhu tubuh bisa diberikan sirup sejenis parasetamol, bisa kita beli di apotek.

  8. Berikan anak kompres
    Untuk menurunkan suhu tubuh yang meninggi bisa diturunkan setidaknya ditahan oleh kompres.  ada beberapa jenis kompres, yaitu:
    • kompres yang bisa beli di apotek yang siap pakai
    • kompres dengan air dingin ditambah sedikit es menggunakan washlap atau handuk kecil
    • kompres berupa cairan yang mengandung alkohol seperti 4711 eau de cologne atau sejenisnya
    kompreslah pada bagian-bagian yang bersuhu panas seperti kepala, leher,  jidat, perut, punggung atas secara berulang.

  9. Obat gosok untuk anak
    Ada berbagai obat gosok unutk anak tapi penulis menemukan obat gosok yang mujarab untuk mengurangi demam dan perut kembung yang bisa diramu sendiri.
    siapkan:
    • Minyak sayur secukupnya
    • 3-4 sihung bawang merah
    • 1 kantung kecil asam kawak atau asam jawa buat masak
    • kayu putih
    • sedikit minyak gandapura
    • sedikit garam dapur
    caranya, semua bahan diulek atau diblender sampai halus. Digosokan atau dibalur ke bagian perut dan punggung hingga tulang ekor  secara merata. lakukan secara berulang.

  10. Jangan diselimuti dengan selimut tebal
    Anak yang sedang semam tinggi, jangan diselimuti dengan kain tebal atau selimut, karena hanya akan menambah demam anak tersebut  makin tinggi. pakailah kain tipis bila anak merasa kedinginan.
Semoga tips ini bisa membantu mempercepat penyembuhan demam anak dan menghindarkan dari biaya tinggi yang belum tentu sedang tersedia.

Untuk informasi lebih lengkap:

payayat.com

10 August 2014

Time Is A Wheel In Constant Motion Always

Judul yang sangat biasa dan sudah sering kita dengar sejak dahulu, tapi begitu bermakna untuk selalu mengingatkan pada kita bahwa roda waktu terus berjalan tanpa bisa dicegah, suka atau tidak suka, tidak bisa dipercepat atau diperlambat.

"Time Is A Wheel In Constant Motion Always" sempalan kalimat dari lirik lagu berjudul "I Hope You Dance" oleh Lee Ann Womack. Mengartikan dari sempalan lagu yang menginspirasi dan mengingatkan penulis bahwa hidup seperti roda yang berputar secara konstan. sekalipun maksud yang terkandung dalam lagu itu dengan yang saya maksud lumayan tidak nyambung.

Sempalan itu sebuah peringatan bahwa kita harus terus berjuang melanjutkan hidup ini, karena kadung kita sudah diberi amanah untuk hidup maka ada kewajiban untuk melanjutkannya. Tentunya tidak sekedar berjalan tapi harus bisa memanfaatkan hidup ini selagi kita hidup.

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.”
“Maka barang siapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.“(QS.Al-A’raf:34-35)

Dengan hidup yang hanya sesaat dan berbatas waktu, maka kita persiapkan kematian yang setiap saat menjemput. Semoga kita diberi kesempatan untuk mengelola hidup ini dengan sebaik-baiknya, karena tidak sedikit orang yang kehilangan kesempatan.

Subhanallah - Wallahu A'lam Bishawab

06 August 2014

Membedakan Tumor Jinak dengan Tumor Ganas (Kanker)


Sebelumnya saya sudah bahas mengenai waspadai pembengkakan kelenjar getah bening  yang berhubungan dengan apa yang akan saya bahas pada kesempatan ini.

Sudah sangat banyak dibahas mengenai apa itu Tumor Ganas atau Kanker dan Tumor Jinak. Dengan mudah juga kita jumpai seluk beluk kanker dan tumor jinak hanya dengan mengetikan beberapa keyword di Mas Google maka akan keluar ribuan artikel sejenis.

Yang ingin saya bahas adalah hal yang belum banyak dibahas orang lain dan tentunya merupakan hasil dari sebuah pengalaman keseharian saya, yaitu bagaimana cara kita membedakan tumor jinak dengan kanker yang dapat dipahami oleh masyarakat umum/awam. Karena kalau kita menggunakan bahasa asing atau medis (sepertinya tampak lebih keren dan lebih ilmiah) tetapi kita sungguh tidak paham arti dan maksudnya, tul kan...?

Supaya tidak timbul kebingungan dan kerancuan, saya batasi pada jenis tumor / kanker yang tumbuh pada tubuh bagian luar saja karena berbeda sekali dengan indikasi pada tubuh bagian dalam, seperti tmor/kanker paru-paru, usus, lambung, hati dan lain-lain

Jika kita mendapati pada bagian tubuh kita mucul atau tumbuh benjolan, maka secara drastis kita dihinggapi rasa was-was dan buru-buru kita pergi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan melalui serangkaian uji dengan biaya cukup tinggi.

Dokter sebagai person ataupun lembaga adalah yang memiliki otoritas untuk menentukan identitas/kriteria suatu penyakit namun tidak selamanya menjadi sebuah kebenaran.

Maka dari itu sebelum pergi ke dokter, saya akan berikan saran cara mengetahui apakah benjolan kita termasuk jenis tumor jinak atau kanker:

  1. Kenali tumor dari RASAnya

    Tumor jinak. Basanya tidak memiliki rasa baik sakit maupun rasa nyut

    Kanker. Pada mulanya akan terasa nyut/senut sesekali makin lama makin sering dan akan terus terjadi hingga nyut makin sakit dan hampir tak pernah berhenti kecuali makan obat anti rasa sakit. Itupun hanya reda sesaat.

  2. Kenali tumor dari WARNA-nya

    Tumor jinak. Tidak merubah warna pada lokasi tumbuhnya tetap seperti warna kulit, paling hanya agak terang karena pembengkakannya

    Kanker. Akan terus berubah sesuai dengan pertumbuhannya. Warnanya mulai memerah pucat hingga merah agak nyala seperti bisul yang bengkak hingga akhirnya pecah diikuti rasa sakit tanpa henti.
    Namun ada juga yang tampak biasa, hanya benjolannya membesar diikut rasa pegal dan sakit makin lama makin MENGERAS namun tidak pecah. Yang demikian biasanya terus menjalar ke wilayah sekitarnya.

  3. Kenali tumor dari KECEPATAN PERTUMBUHAN-nya

    Tumor jinak. pertumbuhan Tumor jinak biasanya lambat bisa bertahun-tahun. Namun ada juga yang cepat namun tidak diikuti rasa sakit berlebih, paling hanya ada rasa pegal.

    Kanker. Pertubuhannya relatif cepat bisa terjadi dalam hitungan minggu atau bulan hingga terus berubah dan dapat berubah bentuknya

  4. Kenali tumor dari KEPADATAN/KEKERASAN-nya

    Tumor jinak. Pada umumnya berupa benjolan yang lunak,kenyal, tidak begitu keras dan beberapa jenis tumor yang keras namun tidak diikuti dengan rasa sakit dan perubahan warna, paling hanya pegal di sekitarnya.

    Kanker. ada yang lunak dan kenyal namun akan terus membengkak hingga kekenyalannya berkurang dan lama kelamaan akan pecah. Ada pula yang KERAS / mengeras terus membesar seperti brokoli diikuti peningkatan rasa pegal sakit secara terus menerus.

  5. Kenali tumor dari SUHUNYA-nya

    Tumor jinak. Jika kita raba dengan punggung telapak tangan, suhunya akan biasa saja sama dengan daerah sekitarnya pada bagian tubuh yang lain.

    Kanker, akan terasa jauh lebih panas dari daerah sekitarnya.

  6. Kenali tumor dari JENIS PERTUMBUHAN-nya
    • Pertumbuhan tumor jinak pelan,  tidak akan berubah jadi kanker.
    • Pertumbuhan tumor jinak pelan dan bisa berubah menjadi kanker dengan sendirinya namun pertumbuhannya tetap pelan.
    • Pertumbuhan tumor jinak pelan, namun jika terganggu atau kena rangsangan maka akan berubah menjadi kanker dengan cepat hanya dalam hitungan minggu.
    • Ada juga tumor dengan pertumbuhannya cepat dalam hitungan minggu atau bulan dan langsung divonis kanker.

Jadi jika anda atau siapapun yang anda kenal yang mengalami adanya benjolan di tubuh kita alangkah bijaknya untuk tidak panik. Tenang dan segera periksa secara seksama melalui indikasi di atas. Baru kemudian berpikir untuk melakukan tindakan pengobatan, karena tidak sedikit tempat pengobatan yang memanfaatkan ketakutan kita untuk tujuan finansial. Indikasi yang dibahas di atas terjadi pada kebanyakan, namun ada juga yang bersifat pengecualian yang berbeda pada kejadian-kejadian pada umumnya.

Saya sudahi dulu bahasan kali ini, agar anda tetap penasaran dan tidak kelelahan dalam membacanya. Masih banyak yang harus kita ungkap yang berhubungan dengan masalah tumor dan InsyaAllah akan saya bahas lain waktu.

Untuk informasi lebih lengkap:



02 August 2014

Dr. Gunawan Simon - Dokter pertama Menjadi Ter-Kun

Gara-gara merahasiakan ramuan yang diberikan pada mantan Wakil Presiden, dipecat sebagai dokter. Kini mengalihkan pasien setia pada anaknya yang juga dokter.

Pukul empat sore pada 31 Mei 1984 itu, mantan Wakil Presiden Adam Malik datang diantar keluarga untuk berobat. Lima hari sebelumnya, si Bung begitulah sebutan Adam baru pulang berobat dari London. “Kondisinya agak parah karena kanker liver,”kata dokter Gunawan Simon.

Tiga ajudan serta anaknya menantunya, mengiringi ke ruang periksa. Di dalam kamar berukuran 2,5 x 3 meter itu, Adam berdiskusi dengannya berjam-jam hingga malam tentang penyakit yang diidapnya. “Dia tahu banyak soal medis dan penyakitnya, hanya minta penyelesaiannya,” ujarnya,”Saya tawarkan dengan metode alternatif, Adam Malik setuju.”

Gara-gara si Bung puluhan pasien dokter yang dianggap “bertangan dingin” antri di teras rumah tak terlayani sejak sore. Maklum, Adam berpesan kedatangannya tidak dibocorkan ke pers. Setelah dua kali datang berobat , kondisi Adam Malik membaik. “Selama dua setengah bulan menyembuh,” kata Gunawan.

Pulihnya kesehatan itu ditandai dengan perjalanan Adam Malik ke Tokyo dan Hongkong pada Agustus 1984. Selain dokter pribadi si Bung, Gunawan ikut mendampingi perjalanan itu. Saat itu, Si Bung terlihat sehat dan mau makan. “Bisa jalan-jalan, sebelumnya parah, nggak bisa turun dari tempat tidur,” ujarnya. Di Tokyo, Adam Malik sempat menyanjung racikan Gunawan di depan pers.

Sepulang melancong, Si Bung yang berusia 67 tahun meninggal mendadak di kediamannya di Bandung pukul delapan pagi, 5 September. Dokter Gunawan yang dihubungi keluarga Adam Malik datang terlambat. “Ketika (saya) datang sudah meninggal.” Dari keterangan keluarga, katanya, setelah bangun tidur Adam sesak nafas lalu tak sadarkan diri. “Kena serangan jantung, meninggal,” ujarnya.

Selama hidup, Si Bung tidak diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. “Namanya juga serangan (jantung), siapa pun bisa kena,”katanya.

Dari pujian menjadi cercaan, telunjuk kesalahan mengarah ke Gunawan, kalangan dokter dan pemerintah mempertanyakan racikan yang diberikan pada Adam. Apalagi, Gunawan hanyalah dokter umum, bukan dokter spesialis kanker. Pada Februari 1985, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Bandung di Rumah Sakit Hasan Sadikin menyidangkannya. Gunawan dinilai bersalah karena memberikan langsung obat ke pasien, dan tidak bisa menjelaskan secara ilmiah obat yang diberikan ke Adam Malik, serta tarifnya mahal.

Menteri Kesehatan saat itu, Soewardjono Soerjaningrat, atas rekomendasi IDI mencabut izin praktik Gunawan yang juga dicap sebagai terkun, alias dokter dukun. “Itu tudingan dokter-dokter yang kontra dengan saya,” katanya. Dari hasil analisa Farmasi Institut Teknologi Bandung, obat-obatan yang dipakai Gunawan bukan obat baru, tidak mengandung obat-obatan tradisonal, namun mengandung opium, sitostasika (pencegah pembelahan sel kanker), preparat kortikosteroid (obat yang memiliki sejumlah khasiat untuk beberapa penyakit), antibiotik, dan beberapa obat lain yang cukup dikenal.

Gunawan mengaku tidak menemukan obat baru, hanya memakai kembali obat-obatan yang ada, bisa dibeli di apotik dan meracik sendiri sehingga memiliki khasiat baru. Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung tahun 1972 itu menyebut memakai metode kedokteran barat dengan cara peracikan atau komposisi yang tidak konvensional. Tapi membantah ramuan rahasianya itu memakai herbal apalagi opium. “Kalau (opium) ada di sini pasti saya sudah digerebek polisi,” katanya.

Sejak dicabut izin praktik dokternya pada 1985, Gunawan menurunkan plang dokter di depan rumah. Walaupun begitu, pasien lamanya tetap mengalir datang. Dia mengaku memperingatkan pasiennya bahwa izinnya telah dicabut. Namun para pasisen “bandel” tetap keras meminta pertolongan. “Saya tak bisa menolak. Orang saja datang ke dukun, nggak apa-apa, kan, (menerima pasien) itu hak asasi saya,” katanya.

Tempo berkunjung di kediamannya yang juga sekaligus tempat praktek anaknya di Bandung, sepasang suami istri keluar dari ruang praktik. “Itu tamu jemaat saya di gereja yang ingin menjadi anak Tuhan Yesus,” kata aktivis gereja Methodist Indonesia Bandung.

Dalam usia 66 tahun dokter Gunawa Simon tampak tua. Uban di kepala dan brewok putih di pipi melengkapi tanda-tanda dimakan umur. Setelah tulang lehernya dioperasi akibat jatuh terpeleset di kamar mandi empat tahun lalu, kesehatannya tak lagi prima. “Sudah tidak bisa bawa mobil sendiri,” kata lelaki penggemar lagu pop itu.

Berbeda dengan foto setengah badan dalam bingkai oval di atas meja ruang kerja sekaligus tempat Gunawan Simon menerima tamu di rumah di Bandung. Seorang lelaki berambut hitam dengan berewok lebat tersenyum menghadap kamera di sebelahnya, Wakil Presiden periode 1978-1983, Adam Malik yang berdiri sama tinggi tampak sambil menahan rasa sakit.“Itu foto waktu pertama kali (Adam Malik) datang ke sini,” katanya.

ahmadtaufik.com
AT, Anwar Siswadi (Bandung)

Untuk informasi lebih lengkap:


01 August 2014

Makan Bubur Nasi Tidak Baik Untuk Orang Sakit

Sebelum membahas, kita definisikan dulu apa sih BUBUR NASI itu?

Bubur Nasi yaitu makanan lembek dan berair yang terbuat dari beras yang direbus yang dimasak dengan banyak air sehingga memiliki tekstur yang lembut, berair dan mudah dicerna walaupun oleh Balita.

Biasanya kalau seseorang mengalami sakit apalagi sampai harus diopname di rumah sakit, akan diberikan menu makanan berupa bubur atau bubur saring, lauk pauk, buah-buahan serba disaring dan rebus telur. Sehingga tanpa anjuran medis pun, (sudah menjadi kebiasaan) di masyarakat, setiap orang sakit akan diberi makanan bubur nasi sebagai pengganti makan nasi.

Benarkah pola yang diterapkan ini? Mendukungkah pada proses pemulihan/ penyembuhan penyakit yang diderita?

Mari kita kaji melalui logika.
Harus diingat, kekuatan dan kebiasaan pencernaan orang dewasa berbeda dengan bayi, dimana orang dewasa sudah terbiasa dengan makanan yang lebih keras. Bubur relatif cocok untuk manusia dibawah umur atau batita, kenapa?
Karena sifat bubur yang lembek dan halus  sangat mudah dicerna, hanya memerlukan kurang lebih 1 - 2 jam sedangkan nasi biasa memerlukan penghancuran antara 3 hingga 5 jam.

Asumsinya, jika orang dewasa makan nasi putih 3 kali ditambah 2 kali makanan ringan (snack) selama 24 jam. Maka kalau kita menggantinya dengan bubur, harus sekitar 7 kali ditambah cemilan (snack) 5 kali dalam 24 jam.  Tujuannnya, untuk mengimbangi asupan energi dan kemampuan kecepatan pencernaan dalam mencerna semua jenis makanan agar lambung tidak berlama-lama kosong yang dapat memicu over asam lambung.

Apalagi jika seseorang dalam keadaan sakit, dimana tubuh kita membutuhkan asupan gizi yang berlipat, untuk mempercepat proses penyembuhan atau mengganti sel-sel yang rusak secara drastis. Maka mengkonsumsi bubur nasi putih sangatlah bertentangan dengan proses percepatan perbaikan kerusakan sel tubuh kita.

Dampak negatif pemberian bubur nasi kepada orang sakit adalah,
  • Berlama-lama  penderita dalam keadaan lemes. lunglai dan sulit unruk memperoleh rasa bugar
  • Proses pemulihan kesembuhan lambat.
  • Timbulnya rasa mual, rasa perih, tidak nafsu makan bahkan lambung seringkali menolak makanan yang masuk.
  • Berat badan merosot drastis, karena badan akan mendapati gizi yang tidak cukup, sehingga mengambil dari cadangan yang terdapat pada tubuh.
Seorang penderita sakit harus mengupayakan atau diupayakan makanan nasi biasa beserta lauk pauknya dengan rasa seperti umumnya orang sehat, dengan harapan akan timbul napsu makan.

Pola makan ini berlaku untuk semua jenis penyakit yang diderita kecuali pada penderita radang lambung yang akut dimana pencernaan tidak mampu mencerna makanan yang keras dan kenyal.

Kita bandingkan asupan gizi bubur nasi dengan nasi sangatlah jauh, di bawah ini:

1 porsi (105 g) Nasi Putih


    Informasi Gizi            per 1 porsi (105 g)
 Energi 565 kj
 135 kkal
 lemak 0,29 g
 lemak tak jenuh 0,08 g
 lemak tak Jenuh Ganda 0,079 g
 lemak tak Jenuh Tunggal    0,092 g
 kolesterol 0 mg
 Protein 2,79 g
 Karbohidrat 29,3 g
 serat 0,4 g
 gula 0,05 g
 sodium  383 mg
 kalium 37 mg

 Kalori  135
 Lemak 0,29g 
 Karbohidrat   29,3g
 Protein 2,79g

Terdapat 135 kalori dalam Nasi Putih (1 porsi)
Rincian Kalori: 2% lemak, 89% karb, 9% prot.
sumber: fatsecret.co.id

1 porsi (100 g) Bubur Nasi Putih


 Informasi Gizi   per 1 (100 g)
 Energi  301 kj
 72 kkal
 Lemak  0,1 g
 Lemak Jenuh 0,1 g
 Kolesterol  0 mg
 Protein  1,3 g
 Karbohidrat 16 g
 Serat  0,2 g
 Sodium 0 mg

 Kalori  72
 Lemak 0,1g 
 Karbohidrat   16g
 Protein 1,3g

Terdapat 72kalori dalam 1 porsi Bubur Nasi.
Rincian Kalori: 1% lemak, 91% karb, 8% prot.

sumber: fatsecret.co.id

Pola menu makan bubur nasi diberikan pada orang sakit sudah terjadi berpuluh-puluh tahun, sehingga menjadikan kebiasaan tidak baik di masyarakat. Mari kita coba cara baru. Semoga setiap penyakit dapat kita atasi dengan cepat.

Ingat tips ini,

"Sebaik-baiknya obat adalah makan/minum yang baik"

"Jangan mem-pokok-kan makanan yang bukan makanan pokok"


Untuk informasi lebih lengkap:




Waspadai Kanker Payudara

Kanker Payudara merupakan jenis kanker kedua terbanyak yang menyerang wanita Indonesia. Utamanya menyerang wanita yang telah berumur 40 tahun ke atas. Wanita yang belum pernah melahirkan, mengalami kehamilan pertama di atas usia 35 tahun, tidak pernah menyusui anak, mengalami siklus menstruasi yang panjang (mendapat haid pertama kurang dari 12 tahun dan menopause lebih dari 50 tahun), pernah mendapat radiasi pada payudara, mengalami trauma pada payudara, mempunyai keluarga yang menderita penyakit ini, memiliki resiko tinggi untuk menderita kanker payudara.

Adanya benjolan kecil pada jaringan di sekeliling payudara, terasa keras, adanya kerutan-kerutan pada kulit payudara, keluarnya darah atau nanah dari puting susu, perubahan pada puting susu seperti gatal, terasa terbakar, dan tertarik ke dalam, dapat menjadi tanda-tanda kemungkinan terjadinya kanker payudara. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, tetapi faktor yang memegang peranan dalam proses kejadian tumor adalah hormon estrogen. (baca juga: Membedakan Kanker dengan Tumor Jinak)

Memeriksa perubahan yang terjadi pada payudara secara rutin perlu dilakukan, sehingga jika terdeteksi ada kelainan dapat segera diantisipasi. Untuk mendeteksi dini kanker payudara dapat melakukan pemeriksaan sendiri pada payudara setiap bulan (5-7 hari setelah haid), untuk mengetahui apakah ada kelainan atau tidak.

Ramuan tradisional yang dapat dibuat untuk mengatasi gangguan kanker payudara adalah:

Bahan :
· 60 gram temu putih
· 5 gram buah mahkota dewa kering
· 30 gram jombang kering
· 30 gram rumput lidah ular kering

Cara Memasak :
· mencuci semua bahan-bahan yang dibutuhkan sampai bersih
· Merebus semua bahan-bahan dengan 1 liter air hingga tersisa 450 cc
· Menyaring air rebusan tadi
· Minum air tersebut 3 kali sehari

oleh: rintan suryaning


Untuk informasi lebih lengkap:
.comment-content a {display: none;}